Tujuan hidup kita adalah menikmati Allah dan memuliakan Allah. Memuliakan Allah tentunya harus berbuah.Bukan hanya menghasilkan satu buah, tetapi berbuah-buah. Buah-buah yang dihasilkan itu diantaranya buah roh, buah jiwa, dan buah pelayanan. Lain halnya dengan kata menikmati. Menikmati berarti meletakkan Allah sebagai satu-satunya kebutuhan kita. Tanpa Dia, kita tidak dapat hidup. Berapa banyak daripada kita dapat hidup dan menjalankan aktifitas setiap hari tanpa meluangkan waktu khusus bagi Yesus untuk mengenal Yesus dan apa kehendak Yesus bagi hidup kita. Seperti halnya kitab Mazmur bertuliskan seperti rusa rindu sungai dimana rusa tersebut mengetahui walaupun rusa datang ke sungai tersebut pasti akan terancam keselamatannya karena di tepi sungai terdapat singa/harimau/buaya yang sedang kelaparan.
PA, saat teduh, ibadah kita,dll merupakan cara kita untuk mengenal Allah. Lainnya halnya dengan menghasilkan 9 buah Roh, membawa teman untuk mengenal Yesus secara benar-benar, dan melayani di suatu komunitas rohani kita, dll. Hal itu semua merupakan cara kita untuk berbuah di dalam pengenalan kita mengenai pribadi Allah yang kita sembah. Ayo pastikan tiap langkah kaki kita dalam perjalanan hidup kita meninggalkan bekas sehingga tapak kaki kita yang jauh di belakang masih bisa ataupun selalu bisa “dinikmati” oleh orang lain dengan senantiasa menikmati dan memuliakan Allah setiap harinya (Ibrani 11:46). Semakin jauh langkah kaki kita maka proses menikmati dan memuliakan Allah seharusnya makin lebih.
Kita yang diciptakan Allah sebagai kepala dan bukan ekor atau dapat dikatakan kita diciptakan menjadi pemimpin harus mempunya visi, strategi, dan komitmen. Di tahun yang baru, visi, strategi, dan komitmen harus diperbaharui lagi dengan tujuan hanya untuk dapat lebih lagi menikmati dan memuliakan Allah. Mari kita sama-sama belajar dan saling menguatkan di dalam karya Roh Suci. MAUKAH KITA UNTUK BELAJAR DAN TIDAK HANYA SEKEDAR KOMITMEN? INGAT ADA KOMUNITAS KITA DIMANA KITA BISA SALING MENGUATKAN DAN MENGINGATKAN KITA AKAN HUBUNGAN PRIBADI KITA DENGAN TUHAN DAN SESAMA.
Mari salah satu fokus semester depan, kita mempersembahkan nilai yang kudus di hapadan Tuhan termasuk presensi karena presensi masuk kedalam bobot nilai akhir sebab hari-hari ini adalah jahat dan banyak godaan kedagingan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar