W sungguh bingung mw nulis apa di blog ini dengan tulisan w sendiri. Namun, w tahu w hrs nulis sesuatu dari pemikiran w tanpa nyontek tulisan org lain, bukankah itu gunanya blog diciptakan pertama kali?
OK, lets start....
Sewaktu w lagi di rumah, mungkin beberapa bulan lalu, w liat undangan nikahan di meja ruang tamu rumah w. Undangan nikahan itu tentunya bukan yang pertama kali w lihat. Namun, w penasaran siapa yang nikah. Mungkin aja tetangga w yg seumuran sm w cz dah ada tetangga w yg sebaya sm w dah nikah...memang tetangga w yg nikah tersebt adalah perempuan.
Kembali lagi ke topik.
W lihatlah tuh undangan. Pas w buka undangan tersebut tak satu pun yg w kenal di gambar undangan tersebut. Namun, sang pengantin pria mengenakan seragam formal dari salah satu pakaian dinas. Tentunya bukan PN* karena gk OK aja, bnr gk sh?ya lw tw lah knp....
W tanyalah sama nyokap w ketika nyokap w datang ke ruang tamu dengan tangan w memegang undangan, "Mah, ini siapa yang nikah???".
Nyokap w bilang "......bla...bla....bla...bla....Tau gak to masuk kepoli**an 80 jutaan"
OK, to tersebut menyatakan kata ito. Kenapa?karena w adalah laki2 dimana laki2 di Batak di panggil ito. Gk wajib jg. Namun, w agak risih ketika SD teman2 dan org2 tetangga w manggil w dg panggilan to.
Mungkin dari lw yg baca blog w bilang, "Woy, out of topic,,,gak penting"
Maaf gan. Ayo kita balik.
Sebelumnya maaf dengan tulisan"....bla...bla....bla...bla...." cz menurut w gk penting dihapalin cz w gk kenal jg org tersebut dan bukan tetangga rt rmh w. Namun yg w ingat bgm nyokap w dg mengatakan dg jelas berapa bsr dwt pengantian pria korbankan untuk masuk akademisi kepoli**an. Ya lw tw lah di negara mana???!!!.
W tegaskan lagi ke nokap w dengan nilai tersebut?Nyokap w dengan sangat yakin mengatakan iya. Kalo tdk salah nyokap w bilang: seluruh dunia kalo bs di kasih tw jg sm ortunya. Tentunya yg profesi gembar-gembor ini adalah ibu2. Tapi w heran kenapa ada ortu/nyokap BANGGA DAN DUKUNG dengan kondisi anaknya masuk ke institusi dengan cara demikian?
Jarang w dengar ada cerita bahwa "Anakku masuk kepoli**an tanpa duit". Pertanyaannya:
1. Apakah tidak ada sama sekali?
2. Apakah tidak ada di kompleks w dan di rw w?
3. Apakah hal tersebut tidak perlu "disiarkan" karena TIDAK PENTING?
Namun, satu hal yg mau w tanyakan kepada Ibu tersebut....
"IBU MENGETAHUI TIDAK BAHWA DALAM BAHASA INDONESIA TERDAPAT KATA MORAL DAN APA ARTI DARI KATA MORAL/KESUSILAAN TERSEBUT?"
Coba lw bk KBBI atau Oxford Dictionary!!!!
Pertanyaan w untuk lw2 pd setelah memaca arti kata tersebut:
1.APAKAH LW MW SAMA DENGAN MEREKA YG BANGGA DENGAN HAL YG TDK BAIK YANG MEREKA LAKUKAN UNTUK NEGARA MRK?
2.APAKAH YG LW LAKUKAN UNTUK ORG2 TRSB DAPAT MENGERTI BAHWA HAL TERSEBUT TDK BAIK?
W bkn org sempurna tetapi w belajar untuk tidak merugikan negara w. Anak kuliahan biasanya melatih kerugian pada negara mereka dengan menitip absen dan bersilat lidah bkn? Versi w bos. Beda org kn beda versi. Semoga tulisan w dapat memberikan pengaruh. Jikapun itu membantu, itu seperti butir pasir di pesisir laut. Butir pasir tersebut tdk dapat menjadi pesisir tanpa ada milyaran bahkan jutaan milyaran butiran pasir lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar