Minggu, 14 Desember 2014

MENJADI SERUPA KRISTUS

  • Menjadi benar seperti Dia
1 Yohanes 3:7
"Anak-anakku, janganlah membiarkan seseorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar.

  • Menjadi kudus seperti Dia
Untuk memilik hidup yang kudus atau suci seperti Kristus itu bukanlah hal yang mudah tetapi melewati semua proses penanggalan atas semua perkara yang cemar, yang ada dalam semua hidup kita (lahir dan batin). Lahir berbicara mengenai "luar" dan batin berbicara mengenai "dalam". Untuk kesucian ini, maka Yesus sudah lebih dahulu memulainya untuk kepentingan umat manusia (Yohanes 17:17,19).

Yohanes 17:17
"Kuduskanlah mereka dengan kebenaran, firman-Mu adalah kebenaran."

Yohanes 17:19
"dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran."

friman-Nya = kebenaran
kebenaran   = firman-Nya
dikuduskan = melalui firman-Nya yang mengkoreksi

Yesus menguduskan diri-Nya bukan karena Dia cemar dan berdosa, tetap hal ini karena Yesus lakukan agar menjadi teladan bagi kita semua supaya kita disucikan seperti Dia.

Apa yang Yesus lakukan ini untuk memberikan pengertian kepada kita bahwa kekudusan itu merupakan hal yang amat terpenting dalam hidup ini dan inilah yang disebut dengan pengalaman percikan darah.

Kesucian dan penyembahan kita akan membawa kita mencapai kesempurnaan, yang mana "daging" harus disalibkan.

Proses penyucian dapat dikatakan masa untuk memastikan "daging" demi "daging" terpotong (halaman >>>> ruang Kudus >>>> ruang maha kudus).

Ibrani 12:14
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan."

Kesucian itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dikejar dan diperjuangkan/direbut. Bahkan sampai "bertanding".Jika kekudusan tidak didapatkan, jangan mimpi melihat Tuhan. Kesucian merupakan modal kita untuk memandang Tuhan dalam segala kemuliaan-Nya. Menjadi kudus seperti Kristus tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan kualitas rohani yang asli.

Firman Tuhan juga menekankan bahwa siapapun yang ingin mencapai tempat kudus Tuhan haruslah memakai tangan yang bersih dan hati yang murni.

Tangan merupakan "alat" yang kita lakukan untuk berbuat. Tangan yang bersih adalah perbuatan-perbuatan kita yang bebas dari dosa, kesalahan, dan hal-hal yang merugikan.

Yesaya 1:15
"Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah."

"Tangan yang penuh dengan darah" berarti perbuatan yang membuat orang lain susah/sengsara. Bagaimanapun kita berdoa (beribadah atau penyembahan) akan tetapi tangan kita penuh dengan darah (tangan kita dipenuhi hal-hal yang jahat/berdosa), maka semua yang kita lakukan tidak lebih dari kesia-siaan.

"Berdoa dengan mengadahkan dengan tangan yang suci" berarti praktek (berdoa atau melayani) yang suci tanpa marah dan perselisihan, serta jangan sampai kepahitan hati dan hal-hal yang merugikan hinggap di dalam hidup kita.

Dengan perbuatan-perbuatan yang suci ini, akan membuat hidup kita berharga dihadapan Tuhan baik menyangkut ibadah, pelayanan, rumah tangga, keluarga, dan pribadi kita.

Dengan demikian,
Kekudusan lahir dan batin adalah model kehidupan yang layak mencapai tahta Allah karena kesucian seperti ini adalah kesucian yang setara dengan kesucian Kristus sendiri.



Tidak ada komentar: