Berbicara tentang kehidupan selalu tidak ada habisnya....
Berbicara tentang kehidupan berarti berbicara dari hati dan pikiran kita...
Berbicara tentang hati dan pikiran berarti berbicara tentang inti kehidupan
Dalam menjalani kehidupan, kita melakukan banyak hal, dan semua itu didasari oleh apa yang kita pikirkan dan apa yang kita pikirkan diarahkan oleh hati. Hati berbicara tentang kehidupan internal(Roh) dan Jiwa kita yang menjabarkan kehidupan internal yang ada dalam diri kita menjadi tindakan(Tubuh) melalui pikiran-pikiran.
Bila hati Anda telah dilahirkan baru oleh Allah, atau telah diperbaharui, Anda akan memikirkan akan kekudusan dan kebenaran Allah dan Anda mulai memikirkan bagaimana mengalahkan keinginan-keinginan berdosa dan meninggalkannya selamanya.
Tetapi dalam praktek apa yang kita lakukan seringkali tidak sesuai dengan hati kita, hati kita menginginkan akan kehidupan yang benar dan kudus di hadapan Allah, dan pikiran-pikiran kita juga berjuang membawa kita ke kehidupan yang benar dan kudus. Tetapi apa hasilnya? Kita masih saja tidak bisa memiliki kehidupan sebagai seorang anak Allah yang kita inginkan.
Bukankah hati kita telah diperbaharui oleh Allah? Mengapa kita masih saja tidak bisa hidup benar dan kudus?
Karena kita seringkali lalai menjaga hati kita dan tidak memperbaharui pikiran kita sehingga pikiran-pikiran lama masih mendominasi kehidupan kita.
Pergumulan ini dialami oleh tiap anak Allah sebagaimana penulis sendiri. Penulis merenungkan apa yang paling mempengaruhi dalam kehidupan seseorang supaya dapat menjalani hidup sebagai seorang anak Allah yang berkemenangan. Jadi dua hal yang terpenting yang harus kita jaga dan perbaharui terus menerus adalah:
Pertama adalah: hati
Kedua adalah: pikiran
Hati adalah sumber dari mana kehidupan terpancar, dan Tuhan berfirman kepada kita untuk menjaga hati dengan segala kewaspadaan.
Hati yang benar akan membawa kita memikirkan hal-hal yang benar. Oleh karena itu kita perlu berusaha memiliki hati yang benar. Tuhan lah yang dapat mengubah hati.Supaya memiliki hati yang benar, kita perlu datang kepada Tuhan tiap hari dan tanggung jawab kita adalah menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan. Kepahitan, kebencian, iri hati, kesombongan, semua ini mengotori hati kita sehingga hati kita tidak bersih lagi..
Oleh karena itu pemulihan dimulai dari hati... dimulai dari pemulihan hati Bapa.
di mana hati kita diperbaharui dengan menyadari akan kasih Bapa... yang akan
menyembuhkan hati kita dari kekecewaan atau kekurangsempurnaan kasih bapa duniawi
dan membalutnya dengan kasih Bapa surgawi.
Hati yang benar mendorong kita memikirkan hal-hal yang benar dan dorongan ini
perlu diusahakan oleh kita sendiri melalui usaha nyata.
Pikiran bekerja seperti komputer, di mana apa saja yang tersimpan di memori akan tetap ada
sebelum digantikan data atau masukan informasi yang baru.
Oleh karena itu, membaca, merenungkan firman Tuhan, membaca buku rohani, memuji menyembah
Dia, bersekutu dengan saudara seiman untuk membicarakan tentang kebenaran
firman Tuhan perlu kita lakukan dengan usaha dan tindakan nyata secara berkelanjutan.
Mengapa? Supaya pikiran Anda diperbaharui... dan pikiran lama Anda digantikan dengan
yang baru.
Penulis percaya apabila kita telah memiliki hati yang benar di hadapan Allah dan
pikiran kita telah diperbaharui sedimikian rupa sehingga pikiran-pikiran lama
telah digantikan oleh pikiran Kristus maka hidup kita akan diubahkan hari demi hari
Dengan hati dan pikiran seperti Kristus, hidup kita akan seperti Kristus...
Oleh karena itu prioritaskanlah dalam hidup untuk memperhatikan hati dan pikiran Anda!
Beberapa Ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan pentingnya hati dan pikiran dalam kehidupan orang percaya:
Tentang Hati:
Ams. 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Rm. 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Ams. 16:5 Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman
Mal 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya
supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Pikiran/Akal Budi
Flp. 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Rm. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu
dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Masih banyak ayat-ayat alkitab yang mendukung di mana ayat yang menyebutkan kata hati sejumlah;
Hati: 679
Pikiran: 42 ayat
Dari jumlah ayat ini bisa diambil pemikiran bahwa Tuhan memang lebih menekankan kita menjaga hati karena
hati adalah sumber kehidupan yang juga akan membawa perubahan dalam pemikiran dan pikiran kita.
Jadi kesimpulan dari apa penulis sampaikan adalah dua hal dalam kehidupan kita yang patut kita perhatikan dan kita jaga adalah hati dan pikiran kita...
Written by Isak Rickyanto
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar