Minggu, 14 Desember 2014

KETERBATASAN DAN KESUCIAN

Untuk menjadi kudus seperti Kristus, kita harus berani melalui proses dan ini harus betul-betul diperjuangkan dengan segenap kehidupan kita. Kekudusan tidak datang dengan sendirinya, kita tidak memperoleh kekudusan ini karena berbuat baik, sering berkorban, beribadah, melayani. Kekudusan juga tidak kita peroleh dengan cara kekuatan kita sendiri.
 
Tuhan tahu keterbatasan dan ketidakmampuan manusia karena itu Dia mau menolong asalakan kita sungguh-sungguh rindu untuk disucikan dan menyerah kepada-Nya. Tidak masalah bagaimana kotor dan najisnya kehidupan kita, namun yang pasti Allah berkuasa menyucikan kita dan menjadikan kita tanpa cacat.

Allah adalah kasih yang tidak pernah menginginkan manusia binasa dalam dosanya karena itu Dia memberi pengampunan dan kelepasan melalui darah-Nya asalkan kita mau berubah dan menaati firman-Nya.

Darah Yesus atau korban kritus tanpa cacat akan membasuh/membersihkan seluruh kehidupan kita sampai kita menjadi seputih salju atau seputih bulu domba (Matius 8:3).

Matius 8:3
"Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata;"Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya."

Dalam Imamat 13:1-59, ada 2 hal yang dikemukakan untuk orang berpenyakit kusta:
  • mengaku bahwa dirinya adalah berpenyakit kusta, artinya bahwa hidupnya tidak bersih alias kotor. Orang kusta seharusnya tinggal di pengasingan tetapi orang kusta ini tidak menunggu di pengasingan melainkan mencari penyelesaian soal kustanya.
  • mengaku bahwa Yesus lah satu-satunya yang dapat menolong dirinya, yaitu menucikan dan mentahirkan dia dari kusta. Hanya Yesus saja yang sanggup menolong kita.
Jadi kita harus ingat dengan benar bahwa jangan pernah mencari penyelesaian di luar firman Allah karena nanti semuanya akan menjadi sia-sia. Carilah Yesus saja karena hanya Dia yang dapat memapukan kita untuk masuk dalam proses pengudusan/penyucian.


Tidak ada komentar: