Pengkhotbah 3:8
"ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai."
Dalam menjalani kehidupan ini. kita harus tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara. Hal ini harus kita perbuat agar jangan sampai kita salah menggunakan hidup ini. Untuk semua ini, Tuhan mau menata kehidupan kita untuk sesuai dengan kebenaran firman Allah.
Menghadapi hari-hari ini, kita harus semakin sibuk dengan firman Allah dengan umpan Roh Kudus dan semakin banyak diam di kaki-Nya (sampai kita beroleh keselamatan dan keselamatan pada akhirnya).
Yesaya 30:15
"sebab beginilah firman Tuhan Allah, Yang Mahakudus, Allah israel: "dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."Tetapi kamu enggan,..."
Kekuatan maupun keselamatan dari Tuhan tidak kita peroleh dengan menyibukkan diri atau melakukan banyak aktifitas, melainkan dengan melakukan apa yang difirmankan Tuhan, yaitu:
- untuk selamat. Kita memerlukan 2 perkara, yaitu: (a) pertobatan, artinya kita melepaskan segala dosa dan segala sesuatu yang tidak berkenan di kaki Tuhan, supaya kita mengalami kuasa-Nya (Roma 2:5). Jika kita tidak mau berbuat seperti maunya firman Tuhan, maka pada akhirnya seluruh kehidupan kita ini akan berakhir dalam kebinasaan, dan (b) tinggal diam, artinya tetap percaya dan berharap kepada Tuhan dan mengandalkan kebenaran-Nya. Orang yang berharap kepada Tuhan harus membuktikan diri dengan mengalami proses penyucian di dalam dirinya sendiri.
- untuk beroleh kekuatan. Kita memerlukan 2 perkara, yaitu: (a) tinggal tenang, artinya kita mengontrol diri dengan tanpa emosi, supaya kehidupan kita peka terhadap maunya Tuhan (1 Petrus 4:7). Menguasai diri dan menjadi tenang sangat dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan kita supaya kita tetap terkontrol sehingga dengan demikian kita tidak akan melangkah keluar dari Firman Allah, serta (b) percaya, artinya ada keyakinan yang kuat sehingga tidak gampang terombang-ambing oleh apapun (Yakobus 1:6-8).
Melalui firman ini, Tuhan mau kita memiliki sikap yang pasti untuk
berpegang pada firman-Nya karena Firman itulah sumber kekuatan dan
pertolongan. Namun ketika kita ada keraguan atau kurang yakin terhadap
kebenaran firman-Nya, maka kita goyah.
Dengan fakta-fakta ini, jelas bagi kita bahwa Tuhan tidak ingin kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri karena hasilnya akan tetap sia-sia. Dengan hal ini kita mengerti betapa pentingnya banyak berdiam di kaki Tuhan dalam suasana tenang yaitu supaya jiwa kita dipuaskan oleh Firman dan Roh Kudus-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar